Apa Itu Morpheme (Morfem) dalam Bahasa Inggris dan Jenis-Jenisnya
Kamu tau gak, sih, dalam bahasa Inggris itu ada berapa jenis morpheme? Kalau gak tau, jangan khawatir ya! Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan berbagai jenis morpheme yang ada dalam bahasa Inggris.
—
Berbicara soal linguistik atau sastra emang nggak akan ada habisnya. Selain grammar seperti part of speech, pronunciation, etc., dalam bahasa Inggris ada yang namanya morphology atau morfologi. Jadi, morfologi merupakan ilmu yang mempelajari pembentukan kata dan juga kombinasinya. Yha, singkatnya, morphology adalah ilmu membentuk suatu kata.
Nah, salah satu kajian dari ilmu morfologi adalah morpheme atau morfem. Tulisan di bawah ini akan membahas lebih detail tentang morpheme. Kalau kamu masih asing dengan istilah yang satu ini, inilah waktu yang tepat untuk belajar bareng English Academy. Simak sampai akhir ya!
Apa Itu Morpheme? (Pengertian Morfem)
Morpheme adalah unit terkecil dari konten semantik dan fungsi tata bahasa. Jadi bisa dikatakan, morpheme adalah satuan minimal dari suatu bahasa yang mempunyai arti leksikal, gramatikal, dan tidak dapat dibagi menjadi unit-unit yang lebih kecil.
Apa Fungsi Morpheme?
Morpheme berfungsi sebagai fondasi dalam bahasa Inggris. Misalnya sebagai contoh kata “unjustifiable” terdiri dari 3 morpheme.
Un + justify + able
Di mana, ‘un-‘ adalah awalan yang berarti “not” dan dalam contoh ini digunakan untuk meniadakan kata sifat “justifiable”. Suffix ‘-able‘, digunakan untuk membentuk kata sifat yang biasanya ditempatkan di akhir kata kerja seperti- ‘useable‘, ‘lovable’, ‘deniable’. Ketiga morpheme (‘un’, ‘justify’ dan ‘able‘) dalam kata “unjustifiable” tidak dapat dibagi jika kita membaginya lebih lanjut, kata tersebut akan kehilangan maknanya.
Bagaimana Pembentukan Morfem?
Morpheme dapat berupa root (akar kata) atau affix (imbuhan, baik itu imbuhan depan alias affix yang terletak sebelum root [prefix], imbuhan tengah [infix], atau imbuhan belakang [suffix]).
Morpheme juga bisa merupakan gabungan dari root dan affix. Kamu dapat mempelajari mengenai affix di artikel Pengertian dan Macam Bentuk dari Affixes, lalu ada artikel Pengertian & Macam-Macam Bentuk Suffix untuk penjelasan mengenai suffix.
Kamu bingung dengan penjelasan mengenai morfem? Nggak usah khawatir, kamu bisa tanya ke Master Teacher di English Academy. Belajarnya interaktif, kurikulumnya pun berstandard internasional. Cuss, cobain dulu Kelas Gratis-nya dengan cara klik gambar di bawah!
Ada Berapa Jenis Morpheme dalam bahasa Inggris?
Secara garis besar, morfem terbagi menjadi dua jenis, yaitu free morpheme dan bound morpheme. Nah, untuk lebih jelasnya, simak penjelasan detail dibawah, ya!
A. Free Morpheme (Morfem Bebas)
Free morpheme merupakan morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai kata (dalam suatu kalimat) dan dapat berfungsi secara mandiri. Misalnya: cat, boat, in, on. Morfem semacam itu membawa sebagian besar ‘konten semantik’ dalam pengucapan bahasa Inggris. Nah, free morfem dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Lexical Morphemes
Lexical morpheme adalah jenis free morpheme yang membentuk makna dalam suatu kalimat, phrase, atau ungkapan. Morfem jenis ini bisa menyampaikan isi dari pesan yang kita sampaikan.
Free morpheme yang termasuk lexical morpheme adalah morpheme yang tergolong dalam kategori noun (kata benda), adjective (kata sifat), verb (kata kerja), dan adverb (kata keterangan). Di bawah ini adalah beberapa contoh lexical morpheme:
Noun
Chair, cat, English
Adjective
Brave, nice, difficult
Verb
Read, run, swim
Adverb
Soon, very, never
2. Functional Morphemes
Functional morpheme adalah free morpheme yang bertindak sebagai perekat atau penghubung dalam suatu kalimat. Sebetulnya functional morphem tidak begitu berarti jika dibandingkan dengan lexical morphem.
Hmm, maksudnya gimana, tuh? Jadi, kalau kita menghapus functional morpheme di dalam kalimat, kita masih bisa mengerti makna jelas isi yang akan disampaikan oleh suatu kalimat melalui lexical morpheme di dalamnya.
Adapun yang tergolong ke dalam functional morpheme adalah preposition (preposisi), pronoun (kata ganti), conjunction (konjungsi), article, (artikel), demonstrative (kata tunjuk), dan interjection (kata seruan). Lihat contoh di bawah ini:
Preposition
At, on, by, in, from
Pronoun
I, you, he, she, it, they, we, her, him, me
Conjunction
And, but, either, or, as
Article
A, an, the
Demonstrative
This, that, these, those
Interjection
Ah!, wow!, huff!, oops!, oh!
B. Bound Morpheme
Bound morpheme adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan hanya bisa muncul dalam kombinasi. Bound morpheme selalu muncul dalam hubungannya dengan akar (root) dan terkadang digabungkan dengan morfem lainnya.
Bound morpheme terbagi menjadi dua, yaitu derivational morpheme dan inflectional morfem. Mari kita bahas satu per satu!
1. Derivational Morpheme
Derivational morphemes adalah morfem yang jika diikatkan/ditempelkan pada morfem lain akan membentuk morfem/kata yang baru atau untuk membentuk kata dengan gramatika (lexeme) yang berbeda dari kata sebelumnya.
Dalam derivational ada 2 macam imbuhan yang digunakan, yaitu bisa terdapat in the beginning of a word (prefixes) atau akhiran (suffixes), di dalam bahasa Indonesia kita biasa mengenalnya dengan sebutan imbuhan (affixes).
Contoh: Kata happiness (adj) diperoleh dari kata happy (noun) yang mendapat tambahan morfem “ness” yang mengubah noun menjadi adjective. Nah dari alasan itulah morfem “ness” termasuk ke dalam derivational morphemes yang suffix (berada di akhir kata) karena mengubah kata dari noun lexeme berubah menjadi adjective lexeme. Lihat contoh lainnya di bawah ini, yuk:
Kata
Arti
Kelas kata
Derivational Morpheme
Kata Baru
Arti Baru
Kelas Kata Baru
Sad
Sedih
Adjective (kata sifat)
-ness
Sadness
Kesedihan
Noun (kata benda)
Write
Menulis
Verb (kata kerja)
-er
Writer
Penulis
Noun (kata benda)
Direct
Langsung
Adjective (kata sifat)
In-
Indirect
Tidak langsung
Adjective (kata sifat)
Work
Bekerja
Verb (kata kerja)
Re-
Rework
Dikerjakan kembali
Verb (kata kerja)
Accept
Menerima
Verb (kata kerja)
-able
Acceptable
Dapat diterima
Adjective (kata sifat)
Active
Aktif
Adjective (kata sifat)
-ity
Activity
Aktivitas
Noun (kata benda)
Friend
Teman
Noun (kata benda)
Un-, -ly
Unfriendly
Tidak ramah
Adjective (kata sifat)
Baca Juga: Belajar tentang word formation process dalam morphology
2. Inflectional Morpheme
Inflectional morpheme (morfem infleksional/ inflektif) adalah morpheme yang tidak menyebabkan perubahan kelas kata dan makna kata. Tetapi, morpheme ini mempengaruhi jumlah (pluralitas) dan bentuk waktu (tenses).
Jadi, morfem ini berfungsi untuk menunjukkan apakah suatu kata bersifat singular atau plural, apakah suatu kalimat tertentu berbentuk lampau (past) atau bukan, dan apakah suatu kata tertentu merupakan bentuk perbandingan (comparative) atau kepemilikan (possessive).
Intinya, morfem ini tidak mengubah makna, jadi hanya untuk mengidentifikasi gramatikanya. Selain itu, morfem ini tidak berfungsi untuk menghasilkan kata baru atau membentuk kata dengan gramatika (lexeme) yang berbeda dari kata sebelumnya. Berikut contohnya:
Inflectional Morpheme
Fungsi
Contoh
-s
Mengubah singular noun menjadi plural
Two oranges. (Dua buah jeruk)
-‘s
Mengindikasikan kepemilikan
Ryan’s book. (Bukunya Ryan)
-er
Digunakan dengan adjective untuk menunjukkan tingkat perbandingan yang lebih (comparative)
Alfi is taller than Intan. (Alfi lebih tinggi dari Intan)
-est
Digunakan dengan adjective untuk menunjukkan tingkat perbandingan yang paling (superlative)
He is the richest. (Dia yang paling kaya)
-s
Digunakan dengan verb dalam kalimat present tense jika subjeknya adalah orang ketiga tunggal
Rasya plays guitar. (Sarah bermain gitar)
-ed
Digunakan dengan verb dalam kalimat past tense
They watched it yesterday. (Mereka menontonnya kemarin)
-ing
Digunakan dengan verb dalam kalimat progressive atau continuous
She was reading. (Dia membaca)
-en
Digunakan dengan verb tertentu sebagai past participle
The book was taken. (Bukunya diambil)
Dalam bahasa Inggris, sebagian besar bound morpheme adalah affix (imbuhan), terutama prefix (imbuhan awal) dan suffix (imbuhan akhir). Mereka dapat dibagi lagi menjadi derivational affixes and inflectional affixes .
Sementara itu, bound morpheme yang bukan affix dalam bahasa Inggris jumlahnya sangat sedikit. Berikut adalah beberapa perbedaan antara derivational affixes and inflectional affixes.
Derivational affixes
Inflectional affixes
Semua suffixes atau prefixes.
Bisa berupa suffixes.
Mungkin memiliki jangkauan yang luas atau sempit.
Memiliki berbagai macam aplikasi. Misalnya, kebanyakan kata benda bahasa Inggris bisa dibuat jamak, dengan {PLURAL}.
Banyak yang diadopsi dari bahasa Latin, Yunani,atau bahasa lain. (Meskipun orang lain,terutama suffixes nya asli,termasuk {ful}, {like}, {ly}, dan {AG}).
Semua native bahasa Inggris (sejak zaman Old English digunakan sekitar 500-1000 M).
Derivational affixes
Berikut ada jumlah derivational morpheme yang tidak terbatas. Misalnya, berikut adalah beberapa derivational suffix:
{ize} menempel pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata kerja: rubberize
{ize} juga menempel pada kata sifat dan mengubahnya menjadi kata kerja: normalize
{ful} menempel pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata sifat: playful, helpful
{ly} menempel pada kata sifat dan mengubahnya menjadi kata keterangan: grandly, proudly
Perbedaan {ly} melekat pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata sifat: manly, friendly
Dalam dahasa Inggris juga ada derivational prefix, seperti:
{un}, {dis}, {a}, {anti}, semuanya menunjukkan beberapa jenis negasi: unhappy, disliked, atypical, anti-aircraft.
Infectional affixes
Dalam Bahasa Inggris memiliki 8 inflectional affixes, diantaranya :
{PLU} = plural Noun -s boys
{POSS} = possessive Noun -’s boy’s
{COMP} = comparative Adj -er older
{SUP} = superlative Adj -est oldest
{PRES} = present Verb -s walks
{PAST} past Verb -ed walked
{PAST PART} = past participle Verb -en driven
{PRES PART} = present participle Verb -ing driving
Perhatikan bahwa, seperti disebutkan di atas, bahkan bentuk-bentuk tak beraturan pun dapat direpresentasikan secara morfologis menggunakan morfem ini. Misalnya dalam bentuk irregular plural dari kata “sheep” adalah ditulis sebagai {sheep} + {PLU}, meskipun bentuk {PLU} biasanya tidak digunakan disini. Demikian pula, kata better = {good} + {COMP}; drove = {drive} + {PAST}.
—
Gimana, mudah kan membedakan free morpheme vs bound morpheme dan juga inflectional vs derivational morpheme? Mudah, sih, tapi pasti akan lebih menyenangkan kalau bisa mendalami bahasa Inggris secara lebih jauh. Tenang, we hear you! Kamu bisa mempelajari bahasa Inggris secara lebih mendalam dengan mengikuti kelas English Academy.
Kenapa harus English Academy? Soalnya, kamu bisa belajar bareng pengajar internasional dan lokal, belajar menggunakan kurikulum Cambridge, belajar interaktif hanya melalui gadget, dan masih banyak lagi fitur yang bisa kamu gunakan untuk membantu meningkatkan skill-mu dalam bahasa Inggris. Nggak percaya? Coba Free Trial Class-nya dulu, yuk!
Artikel ini pertama kali ditulis oleh Vita Lutfiah, kemudian diperbarui pada tanggal 26 Agustus 2022 oleh Intan Aulia Husnunnisa.
Kamu tau gak, sih, dalam bahasa Inggris itu ada berapa jenis morpheme? Kalau gak tau, jangan khawatir ya! Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan berbagai jenis morpheme yang ada dalam bahasa Inggris.
—
Berbicara soal linguistik atau sastra emang nggak akan ada habisnya. Selain grammar seperti part of speech, pronunciation, etc., dalam bahasa Inggris ada yang namanya morphology atau morfologi. Jadi, morfologi merupakan ilmu yang mempelajari pembentukan kata dan juga kombinasinya. Yha, singkatnya, morphology adalah ilmu membentuk suatu kata.
Nah, salah satu kajian dari ilmu morfologi adalah morpheme atau morfem. Tulisan di bawah ini akan membahas lebih detail tentang morpheme. Kalau kamu masih asing dengan istilah yang satu ini, inilah waktu yang tepat untuk belajar bareng English Academy. Simak sampai akhir ya!
Apa Itu Morpheme? (Pengertian Morfem)
Morpheme adalah unit terkecil dari konten semantik dan fungsi tata bahasa. Jadi bisa dikatakan, morpheme adalah satuan minimal dari suatu bahasa yang mempunyai arti leksikal, gramatikal, dan tidak dapat dibagi menjadi unit-unit yang lebih kecil.
Apa Fungsi Morpheme?
Morpheme berfungsi sebagai fondasi dalam bahasa Inggris. Misalnya sebagai contoh kata “unjustifiable” terdiri dari 3 morpheme.
Un + justify + able
Di mana, ‘un-‘ adalah awalan yang berarti “not” dan dalam contoh ini digunakan untuk meniadakan kata sifat “justifiable”. Suffix ‘-able‘, digunakan untuk membentuk kata sifat yang biasanya ditempatkan di akhir kata kerja seperti- ‘useable‘, ‘lovable’, ‘deniable’. Ketiga morpheme (‘un’, ‘justify’ dan ‘able‘) dalam kata “unjustifiable” tidak dapat dibagi jika kita membaginya lebih lanjut, kata tersebut akan kehilangan maknanya.
Bagaimana Pembentukan Morfem?
Morpheme dapat berupa root (akar kata) atau affix (imbuhan, baik itu imbuhan depan alias affix yang terletak sebelum root [prefix], imbuhan tengah [infix], atau imbuhan belakang [suffix]).
Morpheme juga bisa merupakan gabungan dari root dan affix. Kamu dapat mempelajari mengenai affix di artikel Pengertian dan Macam Bentuk dari Affixes, lalu ada artikel Pengertian & Macam-Macam Bentuk Suffix untuk penjelasan mengenai suffix.
Kamu bingung dengan penjelasan mengenai morfem? Nggak usah khawatir, kamu bisa tanya ke Master Teacher di English Academy. Belajarnya interaktif, kurikulumnya pun berstandard internasional. Cuss, cobain dulu Kelas Gratis-nya dengan cara klik gambar di bawah!
Ada Berapa Jenis Morpheme dalam bahasa Inggris?
Secara garis besar, morfem terbagi menjadi dua jenis, yaitu free morpheme dan bound morpheme. Nah, untuk lebih jelasnya, simak penjelasan detail dibawah, ya!
A. Free Morpheme (Morfem Bebas)
Free morpheme merupakan morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai kata (dalam suatu kalimat) dan dapat berfungsi secara mandiri. Misalnya: cat, boat, in, on. Morfem semacam itu membawa sebagian besar ‘konten semantik’ dalam pengucapan bahasa Inggris. Nah, free morfem dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Lexical Morphemes
Lexical morpheme adalah jenis free morpheme yang membentuk makna dalam suatu kalimat, phrase, atau ungkapan. Morfem jenis ini bisa menyampaikan isi dari pesan yang kita sampaikan.
Free morpheme yang termasuk lexical morpheme adalah morpheme yang tergolong dalam kategori noun (kata benda), adjective (kata sifat), verb (kata kerja), dan adverb (kata keterangan). Di bawah ini adalah beberapa contoh lexical morpheme:
Noun | Chair, cat, English |
Adjective | Brave, nice, difficult |
Verb | Read, run, swim |
Adverb | Soon, very, never |
2. Functional Morphemes
Functional morpheme adalah free morpheme yang bertindak sebagai perekat atau penghubung dalam suatu kalimat. Sebetulnya functional morphem tidak begitu berarti jika dibandingkan dengan lexical morphem.
Hmm, maksudnya gimana, tuh? Jadi, kalau kita menghapus functional morpheme di dalam kalimat, kita masih bisa mengerti makna jelas isi yang akan disampaikan oleh suatu kalimat melalui lexical morpheme di dalamnya.
Adapun yang tergolong ke dalam functional morpheme adalah preposition (preposisi), pronoun (kata ganti), conjunction (konjungsi), article, (artikel), demonstrative (kata tunjuk), dan interjection (kata seruan). Lihat contoh di bawah ini:
Preposition | At, on, by, in, from |
Pronoun | I, you, he, she, it, they, we, her, him, me |
Conjunction | And, but, either, or, as |
Article | A, an, the |
Demonstrative | This, that, these, those |
Interjection | Ah!, wow!, huff!, oops!, oh! |
B. Bound Morpheme
Bound morpheme adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan hanya bisa muncul dalam kombinasi. Bound morpheme selalu muncul dalam hubungannya dengan akar (root) dan terkadang digabungkan dengan morfem lainnya.
Bound morpheme terbagi menjadi dua, yaitu derivational morpheme dan inflectional morfem. Mari kita bahas satu per satu!
1. Derivational Morpheme
Derivational morphemes adalah morfem yang jika diikatkan/ditempelkan pada morfem lain akan membentuk morfem/kata yang baru atau untuk membentuk kata dengan gramatika (lexeme) yang berbeda dari kata sebelumnya.
Dalam derivational ada 2 macam imbuhan yang digunakan, yaitu bisa terdapat in the beginning of a word (prefixes) atau akhiran (suffixes), di dalam bahasa Indonesia kita biasa mengenalnya dengan sebutan imbuhan (affixes).
Contoh: Kata happiness (adj) diperoleh dari kata happy (noun) yang mendapat tambahan morfem “ness” yang mengubah noun menjadi adjective. Nah dari alasan itulah morfem “ness” termasuk ke dalam derivational morphemes yang suffix (berada di akhir kata) karena mengubah kata dari noun lexeme berubah menjadi adjective lexeme. Lihat contoh lainnya di bawah ini, yuk:
Kata | Arti | Kelas kata | Derivational Morpheme | Kata Baru | Arti Baru | Kelas Kata Baru |
Sad | Sedih | Adjective (kata sifat) | -ness | Sadness | Kesedihan | Noun (kata benda) |
Write | Menulis | Verb (kata kerja) | -er | Writer | Penulis | Noun (kata benda) |
Direct | Langsung | Adjective (kata sifat) | In- | Indirect | Tidak langsung | Adjective (kata sifat) |
Work | Bekerja | Verb (kata kerja) | Re- | Rework | Dikerjakan kembali | Verb (kata kerja) |
Accept | Menerima | Verb (kata kerja) | -able | Acceptable | Dapat diterima | Adjective (kata sifat) |
Active | Aktif | Adjective (kata sifat) | -ity | Activity | Aktivitas | Noun (kata benda) |
Friend | Teman | Noun (kata benda) | Un-, -ly | Unfriendly | Tidak ramah | Adjective (kata sifat) |
Baca Juga: Belajar tentang word formation process dalam morphology
2. Inflectional Morpheme
Inflectional morpheme (morfem infleksional/ inflektif) adalah morpheme yang tidak menyebabkan perubahan kelas kata dan makna kata. Tetapi, morpheme ini mempengaruhi jumlah (pluralitas) dan bentuk waktu (tenses).
Jadi, morfem ini berfungsi untuk menunjukkan apakah suatu kata bersifat singular atau plural, apakah suatu kalimat tertentu berbentuk lampau (past) atau bukan, dan apakah suatu kata tertentu merupakan bentuk perbandingan (comparative) atau kepemilikan (possessive).
Intinya, morfem ini tidak mengubah makna, jadi hanya untuk mengidentifikasi gramatikanya. Selain itu, morfem ini tidak berfungsi untuk menghasilkan kata baru atau membentuk kata dengan gramatika (lexeme) yang berbeda dari kata sebelumnya. Berikut contohnya:
Inflectional Morpheme | Fungsi | Contoh |
-s | Mengubah singular noun menjadi plural | Two oranges. (Dua buah jeruk) |
-‘s | Mengindikasikan kepemilikan | Ryan’s book. (Bukunya Ryan) |
-er | Digunakan dengan adjective untuk menunjukkan tingkat perbandingan yang lebih (comparative) | Alfi is taller than Intan. (Alfi lebih tinggi dari Intan) |
-est | Digunakan dengan adjective untuk menunjukkan tingkat perbandingan yang paling (superlative) | He is the richest. (Dia yang paling kaya) |
-s | Digunakan dengan verb dalam kalimat present tense jika subjeknya adalah orang ketiga tunggal | Rasya plays guitar. (Sarah bermain gitar) |
-ed | Digunakan dengan verb dalam kalimat past tense | They watched it yesterday. (Mereka menontonnya kemarin) |
-ing | Digunakan dengan verb dalam kalimat progressive atau continuous | She was reading. (Dia membaca) |
-en | Digunakan dengan verb tertentu sebagai past participle | The book was taken. (Bukunya diambil) |
Dalam bahasa Inggris, sebagian besar bound morpheme adalah affix (imbuhan), terutama prefix (imbuhan awal) dan suffix (imbuhan akhir). Mereka dapat dibagi lagi menjadi derivational affixes and inflectional affixes .
Sementara itu, bound morpheme yang bukan affix dalam bahasa Inggris jumlahnya sangat sedikit. Berikut adalah beberapa perbedaan antara derivational affixes and inflectional affixes.
Derivational affixes |
Inflectional affixes |
Semua suffixes atau prefixes.
|
Bisa berupa suffixes. |
Mungkin memiliki jangkauan yang luas atau sempit. | Memiliki berbagai macam aplikasi. Misalnya, kebanyakan kata benda bahasa Inggris bisa dibuat jamak, dengan {PLURAL}.
|
Banyak yang diadopsi dari bahasa Latin, Yunani,atau bahasa lain. (Meskipun orang lain,terutama suffixes nya asli,termasuk {ful}, {like}, {ly}, dan {AG}). | Semua native bahasa Inggris (sejak zaman Old English digunakan sekitar 500-1000 M). |
Derivational affixes
Berikut ada jumlah derivational morpheme yang tidak terbatas. Misalnya, berikut adalah beberapa derivational suffix:
{ize} menempel pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata kerja: rubberize
{ize} juga menempel pada kata sifat dan mengubahnya menjadi kata kerja: normalize
{ful} menempel pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata sifat: playful, helpful
{ly} menempel pada kata sifat dan mengubahnya menjadi kata keterangan: grandly, proudly
Perbedaan {ly} melekat pada kata benda dan mengubahnya menjadi kata sifat: manly, friendly
Dalam dahasa Inggris juga ada derivational prefix, seperti:
{un}, {dis}, {a}, {anti}, semuanya menunjukkan beberapa jenis negasi: unhappy, disliked, atypical, anti-aircraft.
Infectional affixes
Dalam Bahasa Inggris memiliki 8 inflectional affixes, diantaranya :
{PLU} = plural Noun -s boys
{POSS} = possessive Noun -’s boy’s
{COMP} = comparative Adj -er older
{SUP} = superlative Adj -est oldest
{PRES} = present Verb -s walks
{PAST} past Verb -ed walked
{PAST PART} = past participle Verb -en driven
{PRES PART} = present participle Verb -ing driving
Perhatikan bahwa, seperti disebutkan di atas, bahkan bentuk-bentuk tak beraturan pun dapat direpresentasikan secara morfologis menggunakan morfem ini. Misalnya dalam bentuk irregular plural dari kata “sheep” adalah ditulis sebagai {sheep} + {PLU}, meskipun bentuk {PLU} biasanya tidak digunakan disini. Demikian pula, kata better = {good} + {COMP}; drove = {drive} + {PAST}.
—
Gimana, mudah kan membedakan free morpheme vs bound morpheme dan juga inflectional vs derivational morpheme? Mudah, sih, tapi pasti akan lebih menyenangkan kalau bisa mendalami bahasa Inggris secara lebih jauh. Tenang, we hear you! Kamu bisa mempelajari bahasa Inggris secara lebih mendalam dengan mengikuti kelas English Academy.
Kenapa harus English Academy? Soalnya, kamu bisa belajar bareng pengajar internasional dan lokal, belajar menggunakan kurikulum Cambridge, belajar interaktif hanya melalui gadget, dan masih banyak lagi fitur yang bisa kamu gunakan untuk membantu meningkatkan skill-mu dalam bahasa Inggris. Nggak percaya? Coba Free Trial Class-nya dulu, yuk!
Artikel ini pertama kali ditulis oleh Vita Lutfiah, kemudian diperbarui pada tanggal 26 Agustus 2022 oleh Intan Aulia Husnunnisa.